Cerita Sex Ngentot Gadis Bohai Sange Berat

Keakraban ini yang membuat sikapnya santai dan cuek dengan duduk seenaknya di pinggir meja komputer

Cerita Sex Ngentot Gadis Bohai Sange Berat

agenslot-Keakraban ini yang membikin sikapnya santai dan cuek dengan duduk seenaknya di pinggir meja komputer, se-higa kadang kala memancing mataku utk mengamati kemulusan pahanya yang mulus di balik rok mininya yang super pendek itu. peniskupun mulai berontak di balik celana, dan cukup membikin konsentrasiku agak buyar. Tapi saya berupaya menutupinya dengan mempercpt pekerjaanku. Sesudah selesai kupersilakan kirana duduk di bangku utk mencoba komputernya, sementara saya mengambil bangku dan duduk di sampingnya sambil memberi perintah sistem mengeceknya. Cukup tabah dan serius kirana mengecek satu persatu software yang ada sambil meng-copy kembali file-file dri disket backup ke hard disk yang membuatnya cukup berkeringat, apalagi AC di ruangan tsb sdh mati semenjak segala karyawan pulang.

Saya kemudian memberanikan diri utk menawarkan memijat bahunya. “kirana berkeinginan nggak dipijat” , kataku sambil menggeser kursiku ke belakangnya. ” dari tadi kek nawarinya. . . , ayo cepet mulai. . “, jawab kirana sambil menegakkan badannya. Kedua tanganku kunaikkan dan mulai memijat perlahan bahunya. “Nikmat banget deh pijetan Mas. . . , komputernya khan udah di service, nah kini orangnya dong di service. . . “, canda kirana. “Iya deh. . , berkeinginan service plus jg boleh. . “, kataku lagi. “Apa tuh service plus “. . . , beri umpamanya dong. . “, pintanya. “Wah peluang nih”, pikirku sambil lebih mendekatkan tubuhku ke bangkunya. Tanganku mulai kuturunkan ke samping lengannya dan Trs menyusuri tangannya, bukan dengan pijatan tpi dengan menggeser halus jari-jari tanganku. “Sssh. . , geli deh Mas”, rintih kirana yang membuatku makin bernafsu. Apalagi dri jarak yang makin dekat tercium harum tubuhnya yang natural itu. Lantas kugeser kursiku ke sampingnya, kuangkat tangannya dri mouse dan mulai kudaratkan bibirku di jari-jarinya yang ramping Terus bergeser ke atas. kirana kelihatan pasrah menyerahkan tangannya kuciumi sambil menggeliat perlahan. penisku kembali menegang menikmati kehalusan kulitnya yang putih bersih dan berambut tipis itu. kirana menggelinjang hebat dikala ciumanku hingga di siku komponen dalam nya.

Bandarslot – Belum lagi kirana stop mendesah, seketika kupindahkan bibirku ke pipinya dan Trs bergeser ke belakang alat pendengarnya. Sementara itu, posisiku yang kembali berada di belakangnya mempermudah tanganku bergerilya kembali. Lewat samping badannya, kedua tanganku bergerak pelan ke depan sampai meraba kedua bukit dadanya. “Mmh. . , mmh. . “, rintih kirana dikala jari- jari tanganku kuputar-putar di sekitar buah dadanya yang Msh terbalutkan komplit. dri situ saja Bsa kubayangkan wujud buah dadanya yang menawan. tdk demikian itu besar tpi terasa cepat, bulat padat dan Msh tegak. Sambil lalu kuremas-remas lembut kedua bukitnya, bibirku kuturunkan lagi ke samping lehernya yang tahapan. Kulitnya yang berkeringat melicinkan jalannya bibir dan hidungku menyusuri sampai ke tengkuknya yang bebas krna rambutnya yang diikat ke belakang. Harum parfum bercampur keringatnya di kulit tengkuknya yang halus dan berbulu tipis itu kuhirup habis-habisan, se-higa membikin kirana makin kerap kali menggeliat kegelian.

“Mas. . , udah Mas. . , gelii. . “, kata kirana yang kemudian maju melepaskan diri dri ku dan memutar bangkunya menghadapku. “Liat nih, hingga merinding segala. . “, katanya sambil menjulurkan tangannya ke depan. “Saya belum mulai Cik, kini coba deh kau duduk di meja”. kirana seketika menuruti perintahku duduk di pinggiran meja lalu menyilangkan kakinya. Rok mininya yang pendek itu tersingkap sedikit dan membuatku yang duduk di depannya terpana memandang kemulusan pahanya. Saya mendekatkan diri lalu kutarik satu kakinya dan kutaruh ujung kakinya di atas pahaku. “Kaki kirana baik sekali ya”, kataku sambil kuusap lembut lututnya dan Trs ke bwh sampai punggung kakinya yang Msh bersepatu. Tak-perlahan kulepas sepatunya dan kupegang kakinya dengan tangan kiriku, sementara jari-jari tangan kananku kumainkan di semua permukaan kulit kakinya. Bebauan pernah kulihat kaki seindah ini. Kulitnya halus, putih, dan mulus.

Kukunya polos tidak dikutek, menampilkan kebersihan jari-jari kakinya. “Geli ih. . , berkeinginan diapain sih Mas”, Tanya kirana yang kelihatan Msh bengong. “Khan bila berkeinginan diservice musti dri ujung kaki dahulu”, jawabku sambil mendaratkan bibirku ke punggung kakinya lalu kugeser perlahan ke arah mata kakinya. “Sssh. . , sedap sekali Mas. . “, rintih kirana yang kayanya baru pertama kali diperlakukan seperti ini. dri rintihan menjadi gelinjangan dikala lidahku turut berputar-putar sepanjang samping kakinya. Bahkan khas kakinya itu membuatku makin bernafsu menjelajahi tiap-tiap inci kulitnya yang putih bersih dan mulus itu. Kuangkat kakinya lebih tinggi dan kujilat panjang berulang-ulang telapak kakinya yang seketika disambut erangan kenikmatan. Digerak-gerakkannya kakinya menghin dri kegelian, tpi pegangan tanganku yang cukup cepat membuatnya tidak berkutik. Kini jari-jari kakinya yang kemudian kaku menjulur lurus itu mempermudah mulutku mengulum satu persatu jari kakinya yang ramping.

Kuhisap perlahan sambil kuputar lidahku di sekeliling jarinya. kirana makin kelojotan dan merebahkan punggungnya ke meja pertanda pasrah merasakan segala itu. Kubuka sekaligus sepatu kirinya, dan seketika kuarahkan ke mukaku. Terbukti kedua kakinya tidak ada yang bebas. Jari-jari kaki kirinya bertengger di hidungku, sedang jari-jari kaki kanannya Trs kukemot dengan sekalian memainkan lidahku di jeda-jeda jari kakinya yang imut itu. Tubuh kirana Trs menggeliat membendung kenikmatan. Kulepaskan kecupan dan jilatan di ujung kakinya, dan perlahan-perlahan kunaikkan menyusuri betisnya yang menawan sambil kuangkat tinggi- tinggi kedua kakinya bergantian. kirana tdk peduli lagi posisi rok mininya yang sdh tersingkap jauh ke atas. Yang ada hanyalah panorama menawan kemulusan paha komponen dalam nya dan gundukan vaginanya yang masih tertutup segitiga CD hitam mini. Kedua tanganku mandahului bibirku yang Msh menjalar sepanjang batang kakinya yang tahapan begantian, dengan mengelus naik turun di sepanjang pahanya.

“Ahh. . . , ssshh”, desah kirana kegelian waktu tanganku mulai meraba halus CD- nya ideal di depan vaginanya. Demikian CD-nya sdh berair menikmati seranganku sejauh ini. Tanpa menunggu lama, kucari ujung atas CD- nya dan kutarik ke bwh via kedua kakinya. kirana yang sdh terstimulasi tidak menolak, malahan turut meluruskan kaki supaya CD-nya lepas dengan gampang. Walaupun jg waktu kedua kakinya kurenggangkan, kirana pasrah saja. Di situlah saya memandang panorama menawan vaginanya yang berambut tipis dan labianya yang berwarna merah muda benar-benar menantang. Wewangiannya rok mininya Msh terpasang, melainkan sama sekali tidak mengganggu kepalaku yang kubenamkan di selangkangannya sesudah sebelumnya menelusuri komponen dalam pahanya yang lembut dan mulus itu dengan kecupan dan jilatan lidahku.

“Aaah. . , auww. . “, erang kirana dikala kukecup lembut vaginanya. Lantas yang khas dan kebersihan vaginanya itu membuatku makin bernafsu menyerang. Erangan kirana kian cepat dan kerap kali dikala lidahku mulai menelusuri tentang bibir vaginanya. Pinggulnya bergoyang semakin kemari menikmati kenikmatan, dan adakalanya punggungnya melengkung waktu jilatanku menempuh clitorisnya. Tangankupun tidak tinggal membisu dengan membuka kancing blouse hitamnya se-higa bukit dadanya yang Msh berbungkus BH tipis itu menyembul ke atas. Saya saja kutangkupkan tanganku di atasnya sambil meremas-remas lembut kedua bukitnya. kirana meronta-ronta menikmati kedua komponen sensitifnya diservice.

“Saya berkeinginan keluar Maaas. . , aahh”, teriak kirana yang sdh tdk bendung. Kedua tangannya diwariskan ke kepalaku dan menekannya ke arah selangkangannya. Sementara kedua kakinya makin dibuka lebar dengan ujung kakinya mencengkeram kuat ujung-ujung meja. Akupun paham keinginannya. Kupercpt jilatan dan hisapan pd clitorisnya, dengan adakalanya mengeraskan lidahku yang menikam- nusuk lubang vaginanya. Tiba-tiba kirana berteriak, ” Aaahghh. . , aaahh”, beriringan dengan membusurnya punggung kirana ke atas dan membanjirnya cairan vaginanya sampai membasahi wajahku. kirana tergeletak lemas memperkenankan tubuhnya menengadah di atas meja, sementara saya yang sdh memuncak nafsuku langsung membuka semua pakaianku dan duduk kembali di bangku dalam kondisi telanjang bulat sempurna. “Aww. . , besar sekali Mas. . “, kata kirana yang sdh turun dri meja dan memandang penisku menegang. “Buka bajumu deh Cik”, pintaku perlahan.

kirana yang memang penasaran berharap tahu segala servisku, berdasarkan saja dengan perlahan-perlahan membuka blousenya, rok mininya, dan terakhir BH-nya. Kembali terpampang panorama menawan di hadapanku. dalam posisi membisu berdiri terang sekali estetika tubuh kirana yang ramping dengan kulitnya yang halus mulus. Kedua bukit dadanya tdk terlalu besar melainkan formatnya total, ranum, bulat, padat, dan masih tegak menantang. Putingnya kecil berwarna merah muda, benar-benar kontras dengan warna kulitnya yang putih. Saya menelan air liur melihatnya dan berharap kulumat semua tubuhnya. Tanpa menunggu lama kutarik tangannya ke arahku dan kusuruh kirana duduk di atas pegangan kursiku dengan menjepitkan kedua kakinya yang tahapan itu ke badanku. Kembali kirana cuma berdasarkan sambil menunggu apa yang akan kulakukan. Posisi buah dadanya persis di depan wajahku, tpi saya belum berkeinginan ke sana.

Kutundukkan kepalanya dahulu dengan tanganku, dan kucium lembut bibirnya. Kumainkan lidahku di sepanjang bibirnya yang imut sensual itu, lalu masuk ke dalam memilin-milin lidahnya dan keluar lagi memagut mulutnya dengan ganas. “mmph. . , mmhh”, erang kirana yang agak terkejut melainkan menikmatinya, malahan membalas menggilas bibirku dengan penuh nafsu. Kini ini kupergunakan dengan menurunkan tanganku ke arah dua bukit dadanya, dan seketika meremas serta memilin-milin putingnya yang imut sampai terasa mengeras di jari- jariku.

kirana menggeliat tidak beraturan menikmati sedap sampai tubuhnya ditegakkan ke belakang sambil melepas ciumanku. Terbukti kedua bukit dadanya yang ranum berada kembali ideal di wajahku. Sesudah ideku utk bermain-main dahulu dengan menciumi lehernya yang tahapan dan Trs ke samping alat pendengarnya. kirana menggelinjang kegelian dan membikin hidung dan bibirku Trs menjalar ke bahu lalu menerobos ke ketiaknya yang bersih dan tidak berambut itu. Di situ kuhirup sepuas-puasnya wewangian ketiaknya yang khas dan natural krna keringatnya yang berderai deras. Saking gelinya, kirana mengatupkan lengannya sampai kepalaku terbenam di ketiaknya hingga saya susah bernafas. Sesudah sukses melepaskan diri, kugeser bibirku ke pinggangnya yang ramping, dan perlahan- perlahan beranjak ke arah bukit dadanya yang sudah menunggu.

Sambil kutahan kedua tangannya rapat ke samping tubuhnya, mulai kujelajahi dengan kecupan & jilatan-jilatan dri bwh buah dadanya, Terus ke samping lalu ke tengah di antara kedua bukitnya yang hangat dan licin oleh peluh itu. kirana ternyata sdh tidak tabah menunggu komponen paling sensitive di bukitnya diservis.

“Ayo dong Mas. . , isep, please”, pintanya sambil memindahkan posisi buah dada kanannya ideal di depan mulutku. Saya memang sengaja menggodanya dengan mendiamkannya sejenak sambil mengamati estetika puting dadanya yang mencuat mengeras itu. Tak-perlahan kupindahkan kedua tangannya menjulur ke depan berpegangan pd komponen atas senderan kursiku se-higa badannya lebih condong ke depan. Kusambut sodoran puting dadanya yang kanan dengan jilatan lidahku yang berputar mengelilinginya, baru kemudian kujilat- kujilat panjang persis org makan ice cream. kirana menggelinjang hebat menikmati kenikmatannya, apalagi tanganku turut bermain di puting dadanya yang kiri. Jilatanku kemudian berganti dengan hisapan-hisapan halus di kedua putingnya bergantian.

Goyangan badan kirana yang hebat itu membikin vaginanya sebagian kali meraba ujung penisku yang berdiri tegak ideal di bwhnya. kirana melonggarkan jepitan kakinya ke tubuhku se-higa pinggulnya Bsa naik turun dengan bebas, dan ” blus. . “, masuklah penisku ke lubang vaginanya yang sudah berair, makin lama makin dalam berbarengan dengan rintihan kirana yang agak keras. “Emmh. . , ahh”, rintihnya sambil menggerakkan badannya yang ramping itu naik turun. Tangankupun tidak tinggal membisu dengan mengontrol bongkahan bokongnya yang bulat kenyal, dan menolong mencontoh gerakannya.

Saya kutahan bokongnya supaya saya Bokong bergantian menikam penisku dri bwh sementara kirana pasif. Ini membikin kirana makin kuat mengerang membendung sedap, dan kembali ia mengambil inisatif menggerakkan badannya yang makin lama makin cpt dan liar. Sementara itu, buah dadanya yang terlepas dri mulutku kelihatan bergoyang-goyang dengan menawannya. Kudekatkan wajahku se-higa putingnya senantiasa bersentuhan dengan hidung atau bibirku tiap-tiap kali melaluinya. Saya kujilat, kadang kutangkap putingnya lalu kusedot sejenak dan kulepas lagi. kirana keenakan merasakannya, malahan sengaja dicondongkannya buah dadanya ke depan pertanda meminta senantiasa dikulum. Tangannya dijulurkan ke belakang pasrah, kaki tingkatannya makin mengangkang, dan goyangan naik turunnya makin menjadi. Tiba-tiba. . , ” Aaagghh. . , aaagh”, erang kirana keras berbarengan dengan tubuhnya yang mengejang dengan posisi kepalaku yang didekap erat di antara bukit dadanya. Belum lagi kirana beristirahat, kusuruh ia berdiri dan membalikkan tubuhnya ke arah meja dengan tangan bergantung pd pinggiran meja.

Saya kemudian berdiri di belakangnya dan seketika meremas buah dadanya dri belakang, sementara mulutku mulai menjalar ke belakang alat pendengarnya dan tengkuknya yang Msh berkeringat. Kuhirup semua wewangian belakang tubuhnya dengan hidungku bergantian dengan jilatan- jilatan liar. Sementara tangan kiriku Trs meremas dan memilin-milin pentilnya, tangan kananku menyusup ke vaginanya, se-higa kirana meronta-ronta kenikmatan menikmati tiga permainan sekalian, adalah remasan tanganku di buah dadanya, jariku di vaginanya, dan kecupan-ciumanku yang sdh hingga ke sisi pinggangnya. Ketika kirana yang bergoyang-goyang ke sana ke mari membangkitkan minatku utk menjelajah jg. Lantas kupindahkan kepalaku dri pinggangnya menuju ke bongkahan bokongnya yang mulus itu dan mengawali mengecup serta menjilatinya bergantian. Saking nikmatnya, kirana lebih mencondongkan badannya ke depan sampai bokongnya makin mencuat ke atas dan melapangkan jilatan-jilatan panjang lidahku di belahan bokongnya. Lantas sentuhan lidahku pd duburnya, badan kirana bergetar hebat, apalagi dibarengi dengan sentuhan jariku tangan kananku di kelentitnya dan tangan kiriku yang Msh meremas gemas buah dadanya. Sekali-sekali tubuhnya bergetar hebat dikala lidahku menjilat panjang berulang-ulang dri vagin@ hingga ke duburnya.

Tanpa menunggu lama lagi, kulepaskan segala pekerjaanku dan kugantikan dengan sodokan penisku yang Msh menegang ke vaginanya. kirana menjerit kecil, melainkan pasrah merasakan datangnya sedap baru, malahan tanganku jg ditariknya menyusup ke buah dadanya di depan. Sambil memompa penisku makin lama makin cpt, tanganku meremas dua bukitnya yang kenyal itu. kirana ternyata hampir menempuh klimaks lagi. “Mas. . , saya berkeinginan lagi nih. . , saya pengen dri depan aja yah. . “, kata kirana sambil merintih. Kontan kucabut penisku, membalikkan tubuhnya sampai menengadah di atas meja, dan seketika kumasukkan penisku lagi ke lubang vaginanya yang makin licin. Kakinya yang mengangkang bebas mempermudah pinggulku memompa maju-mundur sampai penisku terbenam seluruhnya yang membikin kirana menggelinjang hebat. Saya gerakanku makin cpt, kirana makin tidak bendung dan memindahkan kakinya menjepit pinggangku. Miss V kirana menjadi kian sempit, melainkan tidak mengurangi genjotanku, hingga tiba-tiba, ” Uaaaghh. . , aggghh”, teriak kirana beriringan dengan jepitan kakinya yang mengencang dan tubuhnya yang melengkung ke atas. Kubiarkan penisku yang Masih cepat terbenam di vaginanya hingga perlahan-perlahan tubuhnya mengendur.

“Mas koq belum jg sih. . “, lirih kirana sambil separo duduk di meja. “Saya berkeinginan keluarin di sini aja boleh nggak Ka , tanyaku sambil meraba bibirnya yang imut itu. Mata kirana terbelalak mendengarnya, tpi kemudian menyetujuinya dengan turun dri meja dan seketika berlutut di hadapanku. kirana ternyata berharap membalas servisku dengan mengocok penisku sambil memainkan ujung lidahnya di palkonku. Perlakuannya ini membuatku makin terstimulasi dan menikmati ada sesuatu yang berharap keluar dri penisku. Lantas kuambil alih kocokannya dengan tanganku, sementara kirana membuka mulutnya lebar ideal di depan penisku. Kupercpt kocokanku, dan. . , “Saya keluar . . , aghh. . , aghh”, rontaku berbarengan dengan semburan cepat maniku ke sekitar dan dalam mulutnya. Walaupun penisku stop menyembur, saya dikejutkan dengan kegelian dan sedap yang benar-benar di penisku. Demikian kirana mengemot penisku dan menyedot dalam -dalam batang penisku seakan berkeinginan menyapu segala cairan yang ada di situ. Saya kemudian mengangkat tubuhnya dan mengajaknya ke selasar belakang utk cari angin. “ ngapain di selasar Mas “, tanya kirana terheran- heran. “Saya pengen menutup service plusku dengan mandi’in kau”, kataku lagi. “Gimana mandi’innya , tanya kirana tambah heran tpi nurut saja dikala kurebahkan tubuhnya di atas bangku panjang tanpa senderan di selasar belakang yang sepi itu.

Tanpa menunggu lama, langsung kuakhiri serviceku dengan mandi kucing, adalah dengan menjilat- jilat lembut semua permukaan tubuhnya yang bermandi keringat dan berkilat terkena cahaya sang surya petang yang membuatnya makin menawan dengan posisinya yang menengadah pasrah itu. kirana berbahagia sekali dengan perlakuanku itu, dan sambil mendesah kenikmatan ia berkomitmen akan kerap kali-kerap kali memanggilku, tentunya untuk meminta dilayani dengan servis plusku.

Updated: November 30, 2019 — 9:09 am

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *