Kanit Intel polsek Lumbang Ini Juga Jadi Petugas Sampah

Kanit Intel polsek Lumbang Ini Juga Jadi Petugas Sampah

Agen Judi Bola-Kesibukan Kanit Intel Polsek Lumbang Bripka Agus Yuldianto bertambah. Ini, lantaran dirinya ikut serta menjadi relawan petugas sampah di desanya. Adalah, Desa Sumberrejo, Kecamatan Winongan. Agus rela berpeluh peluh dan mensupport gerobak untuk mengambil sampah-sampah demi kebersihan di desanya.

Peluh pria berkaus gelap itu kelihatan berderai membasahi muka, leher, dan kedua tangannya. Maklum, sang surya siang kemarin (10/10) bercahaya cukup terik. Tanpa jijik, ia memunguti sampah rumah tangga dari rumah warga yang satu ke rumah warga lainnya.

Pria itu tidak lain yaitu Bripka Agus Yuldianto, kanit Intel Polsek Lumbang. Tak ada yang menduga bahwa sehari-hari lelaki 38 tahun ini menggunakan seragam polisi.

Judi Poker Online-Siang kemarin, Agus memang menjalani aktivitasnya sebagai petugas sampah di desanya. Mengenakan kaus berwarna coklat tua plus sepatu bot warna hitam, Agus –sapaan akrabnya – tanpa canggung memunguti sampah.

Agus didampingi 6 rekannya berkeliling mengambil sampah rumah tangga. Kesibukan ini telah rutin dikerjakan semenjak 4 bulan yang lalu. Setiap Rabu dan Sabtu petang, relawan Pemuda Peduli Lingkungan (PPL) di Desa Sumberrejo berkeliling dari rumah warga untuk mengambil sampah rumah tangga.

Uniknya, peserta PPL ini datang dari bermacam latar belakang pekerjaan. Salah satunya polisi. “Mulanya aku beratensi ikut serta serta sebab lihat bapak mertua, istri, dan tetangga sekitar antusias untuk menjadi PPL. Tergerak, akibatnya semenjak Juli lalu aku gabung dan menjadi petugas sampah,” jelasnya.

Dengan pakaian santai dan sepatu bot pinjaman, Agus mengaku tidak mempedulikan cibiran yang dimaksudkan padanya. “Kok gelem njupu’i sampah (Kok berharap mengambil sampah),” katanya. Ada juga komentar nyinyir lainnya. “Halah hanya pencitraan,” katanya menirukan orang yang tidak menyenangi padanya.

Cibiran semacam itu tidak membuatnya patah arang. Sebagai polisi, Agus yang yaitu warga Desa Sumberpucang, Kabupaten Malang, mengaku semestinya ikut serta andil dalam upaya kebersihan di desa. Walaupun hal itu dijalankannya di luar jam dinas. Terlebih di hari Pekan ketika ia lepas dinas.

Bripka Agus sendiri telah semenjak 2009 lalu menjadi warga Desa Sumberrejo, Winongan. Dahulu sesudah lulus SMA, Agus mencontoh Sekolah Bintara Polisi dan lulus tahun 2003. Dia kemudian ditempatkan di Polda Jatim. Di tahun 2005, Agus baru ditempatkan di Polres Pasuruan hingga tahun 2010. Sesudah itu, dia ditempatkan di unit Reskrim Polsek Winongan.

Di tengah penempatannya, Agus menikah dengan Riska Windian, warga Sumberrejo, Winongan. Mereka kemudian menetap di Sumberrejo. “Hingga tahun 2010 aku di Polsek Lumbang dan tahun 2015 menjadi Kanit Intel Polsek Lumbang hingga kini,” jelasnya.

Di tengah kesibukannya, bapak satu buah hati ini mengaku beratensi dengan aktivitas bapak mertuanya merupakan Joko Prasetyo yang yaitu staf Dinas Perumahan dan Wilayah Permukiman Kabupaten Pasuruan yang aktif di PPL. Termasuk istrinya yang juga ikut serta menolong aktivitas PPL di desanya.

“Sebelumnya lingkungan sekitar untuk sampah memang kurang memperoleh perhatian. Sehingga, sampah banyak yang menumpuk di sekitar rumah, lapangan kosong, hingga di sekitar sungai,” ujarnya.

Sebab itu, pada Juli lalu terbentuklah PPL, termasuk Bripka Agus yang menjadi komponen dan ikut serta serta. Seiring berjalannya waktu, jumlah member PPL makin banyak hingga 60 member. Kerja PPL kian bagus sesudah mempunyai motor roda tiga dan gerobak.

Agus mengatakan, untuk menolong mengambil sampah rumah tangga, dia memilih mengaplikasikan gerobak sampah. “Sebab aku gak dapat mengendarai Tossa. Jadi pilih yang mensupport gerobak sampah, lebih gampang bagi aku,” terangnya.

Memang pasti ada rekan dan tetangga yang tahu bahwa Agus menggambil sampah-sampah. Tetapi, menurutnya, buat apa malu sebab aktivitas hal yang demikian positif dan pun ikut serta membikin bersih desanya. Agus mengatakan, justru bahagia terlibat dengan kesibukan desa.

Ke depan rencananya bersama dengan PPL setempat, dia akan mengoptimalkan ke pemilihan sampah hingga membikin program sampah yang dapat diolah lagi. “Jadi memang tujuannya supaya dapat guyub dengan warga sekitar. Kecuali itu, juga untuk ikut serta bertanggung jawab mengelola sampah yang ada di desa,” jelasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *