Ngentot Dokter Amoy Muda Yang Sombong

Cerita sek

Negentot Dokter Amoy Muda Yang Sombong

Jokert123-Seorang dokter wanita muda keturunan Tionghoa menceramahi Yoga semacam itu dia masuk ke dalam kamar periksa, Yoga yang menikmati badannya masih sakit, berjalan terpincang cuma dapat membisu tak menjawab.

“Aku observasi hanya kalian buah hati-buah hati muda autentik tempat sini saja yang menyenangi balapan liar. Apa udah gak sayang sama nyawa kalian..?

Dokter muda itu masih terus berceloteh. Yoga berupaya konsisten cool dengan celotehan pedas itu. Apabila diikutkan perasaan, hatinya memang panas dihina bergitu. Namun sebab badannya sakit dan lutut serta sikutnya tengah dibalut dengan perban sebab terjatuh dari motor karenanya ia mengambil sikap membisu.

Agenslot – Yoga teringat momen malam tadi ketika ia dan sahabat-sahabatnya berlaga balapan motor liar di trek malam kota. Nasibnya malang sebab tergelincir di tikungan dan badannya terlempar ke jalan aspal yang keras. Badan, lutut dan sikunya memar serta mengeluarkan banyak darah. Nasib bagus helm yang diaplikasikannya tak terlepas konsisten melindungi kepalanya, sekiranya tak kepalanya mungkin dapat bocor.
Yoga memilih untuk memperoleh perawatan di sebuah klinik dokter awam. Ia tidak mau ke rumah sakit sebab para suster di sana pasti akan menyindir hobinya itu. Namun tidak disangkakannya, di klinik dokter awam ini bahkan sang dokter meyinggung-nyinggung hobinya itu. Dokter keturunan cina muda itu sungguh indah dan Toge.. yupzz malahan toket gedenya teramat betul-betul masih kenceng, maklumlah mungkin ia masih perawan. Dokter ini layak jadi seorang contoh, fikir Yoga.

Di Baca Juga : Otong Besar Mahasiswa Yang Kunikmati

“Duduk, anda sakit apa?” Tanya dokter muda itu.

Yoga berjalan pelan sambil melihat ke dinding di belakang dokter yang mengaplikasikan pakaian dokter warna putih. Di dalam sebuah figura nampak ijazah dokter ini. Dr. Sinta Angeline Chie.

“Aku sakit di sini dokter,” jawab Yoga malu sambil menonjolkan selangkangannya.

“Memangnya mengapa?” tanya sang dokter.

“Terjepit resleting dokter,” jawab Yoga terputus-putus membendung malu.

“Coba anda buka celananya dan terbaring di sana,” sambil tangannya menonjolkan sebuah daerah tidur kecil yang dibuat daerah pemeriksaan.

Yoga membuka celana yang diaplikasikannya dan terbaring di daerah tidur pemeriksaan seperti yang diberi nasihat oleh si dokter Tionghoa hal yang demikian.

Dr. Sinta memeriksa sambil memegangi batang kontol Yoga dengan tangannya yang terbalut sarung tangan karet.

“Ini salah kau sendiri. Apabila saja kau tak buang kulit yang membungkusi kepala penismu ini tentu tak akan semacam ini jadinya.” Dr. Sinta bersuara sambil mengelusi kepala licin kontol Yoga yang lecet.

Yoga berfikir. Salahkah saya sebab saya disunat. Dokter cina ini menyalahkan saya sebab kulit kulupku sudah dibuang.

“Anda tidak tau kan, kulit kulup berfungsi untuk melindungi kepala penis. Apabila kulupnya dibuang itu emangnya untuk apa?” Dr. Sinta masih mengomel.

“Aku menyenangi perempuan-perempuan kalian, kepala mereka ditutup dengan bagus. Namun aku tidak menyenangi penis kalian, kulit penutup kepala malahan dibuang.”

Di Baca Juga : Kehilangan Perawan Di Perkosa Oleh Paman

Yoga sungguh berang ketika kontolnya dihina seperti itu oleh sang dokter. Tapi perasaan marahnya tak digambarkan sebab lukanya sedang diperiksa. Apabila gak dapat nahan emosionil udah dihempas dokter cina itu. Malunya kian menjadi ketika sang pembantu dokter hal yang demikian senyum-senyum saat Dr. Sinta terus-terusan mengomel.

“Susi! Apabila Suami kau disunat gak?”

“Enggak, dokter,” jawab Susi yang nampak dari penampilannya berasal dari Papua.

“Kau menyenangi yang disunat atau gak disunat?” tanya Dr. Sinta lagi.

“Aku tidak permasalahkan itu dokter. Asalkan kontol itu dapat bangun cukup keras dan dapat memuaskan aku.” Jawab Susi ringan.

Yoga berang. Dokter ni berharap mengobatinya yang lagi kesakitan ini atau malahan berharap berbincang-bincang dengan pembantunya.

“Aku sekiranya nikah nanti berharap pilih yang tidak disunat,” Dr. Sinta berceloteh tanpa rasa malu terhadap Yoga yang sedang dirawatnya. Atau dokter amoy ini memang sengaja berharap memojokkan Yoga.

“Apabila terbukti ia disunat lalu bagaimana dokter?” tanya Susi.

“Sebelum dinikahi, aku pasti akan periksa kontolnya terutamanya dahulu. Aku perlu uji keperkasaannya.”

“Dokter tidak permasalahan sekiranya nanti ketika malam pertama dokter telah tak virgin lagi?”

“Kini bahkan aku telah tidak virgin.” Oceh mulut tipis dokter muda itu.
Yoga cuma membisu saja di atas ranjang pemeriksaan. Perasaan geramnya masih bersisa. Rasa malu dan tercela timbul sepanjang dokter bermata sipit itu berceloteh menganggap rendah kontol miliknya. Sang dokter terus menyapu cairan obat ke komponen kepala kontol yang terluka. Yoga merasa pedih saat obat diusapkan. Sensasi geli juga ada saat kapas obat merayap di kepala kontolnya.

“Okay, dah selesai. kontolmu ini berukuran kecil sekali. Tidak ada perempuan yang menyenangi.” Sempat pula dokter muda ini menyepet Yoga dengan sinis.

Emosional Yoga kembali terpancing bara api. Ngomongnya sih perlahan namun dalem… Mungkin sekiranya ia tak sedang sakit waktu itu juga dokter cina itu akan diperkosanya. Kata-kata dokter hal yang demikian melukai perasaannya. Yoga merasa tercela.

“Saya merasa tercela dengan dokter haram sialan itu.” Yoga menyebutkan kejadian yang menimpanya terhadap Reza kawannya seminggu sesudah pemeriksaan.

“Lalu kini kau berharap ngapain?” tanya Reza.

“Saya berharap balas dendam, biar ia rasakan batang kontolku ni,” Yoga masih menaruh amarah.

“Kamu berharap ikut serta saya?” tanya Yoga.

“Bolehlah, saya berharap menjajal liang bool tuh amoy.”
Yoga dibantu Reza menarik dokter amoy hal yang demikian ke dalam ruang periksa pasien. Lampu dinyalakan jelas dan dokter hal yang demikian dibaringkan di atas daerah tidur untuk memeriksa pasien. Yoga mengeluarkan pisau kecil yang disimpan dalam sakunya dan ujungnya dirapatkan ke pipi licin sang dokter.

“Apabila kau menjerit pisau ini akan menoreh pipimu yang indah ini.” Yoga memberi ancaman terhadap Dr. Sinta.

“Apabila berharap selamat ikuti saja instruksi kami,” sambung Reza.

Lalu rok mininya yang berwarna hitam diangkat jemari Yoga keatas. Airmata mulai jatuh keluar dari kelopak matanya ketika Yoga kemudian menanggalkan rok yang diaplikasikannya itu sehingga menunjukkan paha dan batang kakinya yang sangat putih tapi memeknya masih di bungkus celana dalam berwarna cream. Yoga menjilati paha dokter amoy itu sebab terstimulus merasakan panorama menawan di hadapannya.

“Pekan lalu kamu menghina burungku. Kamu bilang burung bersunat buruk rupa. Kamu bilang lagi burungku kecil, tidak ada perempuan berharap. Kini saya berharap kamu rasakan burung milikku ini.”

Dengan perasaan yang masih takut Dr. Sinta mulia teringat pada lelaki di hadapannya. Dr. Sinta masih ingat pemuda yang mengangkang dan dirawatnya disini sebab kepala penisnya terjepit resleting. Dr. Sinta lalu mulai menyesal kerana sudah menghina pemuda ini. Tidak disangkakannya pemuda ini berdendam kepadanya.Lalu Dokter sinta diperintah berdiri, sesudah berdiri di doronglah dokter sinta ke tembok, sampai dia terpojok di tembok itu sesudah itu dibukalah pakaian dinas dokter Sinta yang berwarna putih itu… dan sekarang dokter sinta cuma mengenakan Celana Dalamnya yang berwarna cream, ia cuma dapat pasrah bersender di tembok sambil menutup mukanya.

Mengeliat-geliat lah Dr. Sinta diperlakukan semacam itu. Yoga kemudian menarik turun celana dalam Dr. Sinta dan memperlihatkan gundukan memek putih yang tertutupi dengan bulu-bulu halus warna hitam dan sangat mennggairahkan.Yoga bahkan terus memberi arahan mukanya ke celah belahan memek dari Dr. Sinta dan menjilat-jilatnya dengan penuh nafsu. Mengeliat-ngeliat Dr. Sinta diperlakukan semacam itu. Memeknya terasa geli dijilati Yoga. Walau bahkan tanpa kerelaan namun lidah Yoga yang menyiksa kelentitnya membikin nafsunya membara juga. Sambil menjilat memek Dr. Sinta, tangan Yoga tidak henti-henti menyentuh-raba paha dan semua tubuh Dr. Sinta. Dr. Sinta menjerit-jerit kecil disaat Yoga menghisap biji kelentitnya yang terasa enak. Terangkat-angkat bokong Dr. Sinta membendung cobaan namun enak.

Yoga tidak peduli dengan memek si perempuan sipit yang bau Air kencing itu. Mungkin Dr. Sinta tidak mencuci memeknya sehabis kencing. Yoga mulai mengganas dan berharap menggarap komponen atas tubuh Dr. Sinta juga.Bibir Dr. Sinta sekarang menjadi mangsa kecupan Yoga dan jari-jemarinya meremas buah dada toge nan padat milik Dr. Sinta. Tampak pipi Dr. Sinta yang lembut dan putih itu berubah menjadi kemerah-merahan kelika Yoga kian mengganas. Yoga mulai membuka baju dan celana jeansnya. Yoga bahkan menanggalkan celana dalamnya dan mengeluarkan batang kontolnya yang sudah lama mengeras. Batang kontol sepanjang enam inci itu mengganguk-angguk menunggu mangsanya.

“Jangan… bantu jangan lanjutkan…, aku meminta maaf,” kata Dr. Sinta memohon belas kasihan.

“Telah telat kamu meminta maaf. Kini kamu rasakanlah kontol yang telah disunat ku ni.” Yoga mengakak kecil.

Yoga mengurut batang kontolnya. Helm bulat warna cokelat tua itu mengkilat. Sengaja didekatkan ke muka amoy indah itu… Dr. Sinta tidak mengira batang penis kecil dan pendek waktu ia periksa pekan lalu bisa tumbuh sampai sebesar itu.

“Sekali kamu mencoba kontolku yang udah disunat ini, kau akan ketagihan. Rasakan sensasi dan kenikmatannya.”

Yoga terus mengangkangkan Dr. Sinta yang tak berdaya itu lalu menonjol lubang memeknya terbuka lebar dan siap untuk digarapnya. Yoga tak menunggu lama lagi.. yogapun menusukkan batang kontol yang pernah dihina sang dokter cina ke dalam liang memek Dr. Sinta yang masih sempit itu. Yoga menikmati kenikmatan yang tak terhingga saat batang penisnya masuk menerobos ke dalam memek si amoy. Dr. Sinta cuma menutupi mukanya. “Jleb-jleb-jleb” blebes .. suara memek milik Dr. Sinta digenjoti Yoga dengan penuh nafsu.

Reza yang tadinya cuma menonton mulai beraksi sebab nafsunya juga ikut serta membahana badai, kecuali itu sebab reza juga tak jarang membuka web bokepdo.com, jadi nafsunya kian beringas. Toket milik wanita cina yang sintal itu diremas-remasinya.Ketiak licin dokter amoy itu dikecup dan dihirupinya. Cukup wangi ketiak dokter muda ini. Dr. Sinta kegelian ketika lidah Reza mulai bolak-balik di kulit ketiaknya yang licin.

Yoga meneruskan aksinya. Batang kontolnya ditarik dari lubang memek Dr. Sinta. Diangkatnya badan dokter muda itu dan diletakkan di lantai. Diberi dokter amoy itu agar merangkak. Kontolnya yang berair dengan lendir memek Dr. Sinta disupportnya masuk dari belakang. Dr. Sinta cuma sanggup mengerang. Terayun-ayun toketnya yang tergantung. sekarang mereka menjalankan Doggy style, Reza yang memandang saja tingkah laku Yoga dan Dr. Sinta tidak bisa lagi membendung nafsunya. Celananya dipelorotkan dan kontol miliknya yang sedikit lebih besar dengan milik Yoga berdiri menegang dengan keras. Kontol itu dipaksakankan masuk ke mulut Dr. Sinta.

“Kini hisap juga kontol yang udah sunat milikku. Nanti tentu kamu akan menikmati enaknya,” usik Reza sambil memberi arahan kontolnya yang besar dan panjang itu ke muka Dr. Sinta. Dr. Sinta cuma sanggup mengamati tanpa berani melawan.

“Buka mulutmu dan sedotilah, tunggu apa lagi,” instruksi Reza dengan bunyi keras.
Dr. Sinta membuka mulut tanpa energi dan mulai mengecapi kepala licin format helm jerman menerobos ke mulutnya. Dr. Sinta menghisap dan mengemut batang kontol yang besar sampai Reza mengerang-ngerang keenakan.

Lama-kelamaan Dr. Sinta sudah keletihan dan cuma sanggup menuruti saja perlakuan Yoga dan Reza kehadapnya. Akibatnya Dr. Sinta tak sanggup bertahan lagi dengan genjotan dari kontol Yoga dan ia bahkan sudah berair berkeringat sebab hampir klimaks. Mata Dr. Sinta menonjol sangat kuyu dan keletihan sementara buah dadanya menegang tajam sebab menikmati orgasme yang sangat hebat, maklumlah kali pertama baginya dientot oleh lelaki yang bersunat. konto yang sebelumnya dianggapnya tak menarik terbukti terasa sungguh hebat.

Akibatnya Dr. Sinta klimaks dan air juice memeknya keluar juga dengan banyaknya dan menonjol meleleh pada liang memeknya. Sekarang pertama Dr. Sinta memperoleh orgasme dari persetubuhannya dengan penis yang udah disunat. Sebelumnya sahabat lelakinya yang masih berkulup yang melayaninya ngentot. Mengerang hebat si amoy indah ketika ia mengalami klimaks. Menggigil badannya menikmati kenikmatan yang sangat betul-betul.

Yoga juga ikut serta orgasme menyusul sang dokter ketika mengamati amoy muda yang indah yang digenjotnya itu klimaks dan ia meraung kuat dalam orgasme sambil menembak-nembakkan air kejantannya ke dalam liang memek Dr. Sinta. Perempuan cina itu bisa menikmati cairan panas menerpa pesat ke rongga rahimnya. Pangkal rahimnya terkemut-kemut menyedot bibit pria pribumi yang sangat banyak. Mungkin dua buah zakar punya Yoga ngecrot disana mengosongkan semua amunisinya.

Reza juga tidak terbendung lagi ketika mulut imut yang hangat itu membelai batang penisnya. Reza yang belum pernah menikmati kengahatan dari perempuan tidak bisa bertahan lama dan menembakkan air maninya ke dalam mulut Dr. Sinta. Dr. Sinta dengan lemah menelan seluruh mani dari kontol Reza. Terasa amis namun ditelan juga.

“Kini kamu nikmati kontol yang kamu hina. Kamu bilang tidak berharap kontol yang sunat. bagaimana rasanya?”

“Enaak..” Dr. Sinta menjawab dengan perasaan malu.

Kini Dr. Sinta mengakui batang penis pria lokal milik dua orang ini lebih enak dari batang sahabat lelakinya. Ia sudah salah sangka. Dan ia merasa bersalah sebab menghina kontol lelaki ini. Namun jika dipikirkan ada pula hikmahnya. Ia bisa merasakan batang penis yang dipotong kulit penutupnya. Rasanya juga enak. Dr. Sinta mulai berdaya upaya untuk memerintah sahabat lelakinya dikhitan juga.

Reza dan Yoga mengenakan baju dan meninggalkan dokter cina hal yang demikian meringkuk kecapekan di lantai.

“Tidak sempat saya menikmati memeknya amoy. Hisapannya pasti dahsyat, saya telah tidak bendung.” Reza mengeluh pelan.

“Kamu jangan sedih. Pekan depan kita garap lagi dokter cina tu.”

Yoga dan Reza mengakak mengucur dalam kendaraan beroda empat. Yoga dan Reza membikin agenda mereka berikutnya. Apalagi Reza bersikukuh berharap merasakan juga memek milik amoy yang indah itu. Sekarang ini mereka akan mengajak seorang sahabat dekat mereka yang juga berharap merasai memek amoy yang ketat itu. Maklum saja dua orang jejaka jones ini belum pernah merasai nikmatnya ngentot. nyabun dan coli saja yang mereka tahu, itupun telah terasa enak yang tidak terhingga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *