Nikmatnya Sex Dengan Teman Ibuku

Nikmatnya Sex Dengan Teman Ibuku

KedaicashNamaku Edy Wahyu Aji, usiaku 19 tahun, dan dikala ini saya kuliah di sebuah Universitas Swasta familiar di Jakarta, Saya berasal dari keluarga yang broken home, orangtuaku bercerai semenjak saya masih berumur 7 tahun.Ketika ini saya tinggal bersama ayahku, ringkas cerita ayahku terlibat dilema di luar negeri. Sinting itu memaksa ayahku untuk langsung terbang ke luar negeri, lalu akupun diperintah tinggal di rumah temanku yang orang tuanya juga telah akrab sama ayahku.

Saya bersahabat dengan temanku ini dari kecil, kini ia kuliah di Malang. Sebulan sekali ia baru pulang. Di rumahnya cuma ada saya, ibu temanku dan satu asisten cewek yang bodynya lumayan juga.Tante Eni nama dari ibu temanku, orangnya amat seksi dan wajahnya menawan walaupun usianya telah kepala tiga. Hampir tiap-tiap hari saya melaksanakan coli imbas ga kuat membendung nafsu sex mengamati keseksian dan kemolekan tubuh tante Eni

Di Baca Juga : Guru Seksi Yang Menggoda

Telah hampir sebulan saya tinggal bersama mereka. Sebab saya tidak bisa terus-terusan membendung nafsuku yang kian tinggi, hasilnya muncul pikiran nakalku untuk menyetubuhi tante Eni. Tiap-tiap tante Eni mandi, saya senantiasa mencari celah untuk mengintipnya. Sambil mengamati tante Eni mandi, saya malah melaksanakan coli hingga air maniku berceceran di lantai tempatku mengintip.

Coli telah menjadi kebiasaanku dikala pagi hari. Kadang saya tak sempat membersihkan bekas air maniku sebab takut tante Eni keburu keluar duluan dari kamar mandi. Saya tak tahu apakah ia mengenal atau tak dikala saya mengintipnya, tetapi yang pasti telah hampir sebulan ini masih aman.

KedaiBola-Pagi itu tante Eni menyiapan sarapan untukku, saya duduk manis di meja makan menunggu sarapan tiba. Mbak Wati asisten kami telah berangkat belanja ke pasar.Kulihat tante Eni cuma mengaplikasikan celana pendek yang super ketat , meski komponen atasnya ia cuma mengaplikasikan tanktop tanpa Bh, sehingga buah dadanya nampak montok sekali.

Mungkin bagi ia berpakaian seperti itu telah menjadi tradisi, sebab lazimnya seisi rumah cuma wanita. Melainkan bagiku yang memandangnya membikin jantungku berdegup pesat dan darah mudaku malah mendesir. Apalagi sarapan yang kumakan kebanyakan menambah birahi, sehingga birahiku malah kian tinggi.

“Lho…itu celanamu mengapa Edy?” tanyanya.
Beruntungnya pada dikala itu batang kontolku sedang tegang-tegangnya hingga nampak dari luar celana. Saking kagetnya ditanya demikian, saya yang sedang memegangi gelas air putih malah tumpah, untung tak pecah.
“Minumnya perlahan-perlahan dong Ed…” katanya sambil mendekatiku dan mengelap tumpahan air di bajuku.
Sebab saya benar-benar telah tidak bendung lagi, Saya langsung berdiri dan memeluknya serta menjilati lehernya. Waktu itu otakku telah tertutup oleh nafsu libido dan tidak perduli apa-apa lagi.

“Edy hentikan, saya ini ibu temanmu mu..,” cuma itu yang ia katakan, tetapi ia tidak sedikitpun melawan, pun ia mengizinkan saya yang mencoba membuka tanktonya sehingga buah dadanya yang cantik nampak dengan terang.
Akupun mulai menggerayangi segala tubuhnya, buah dadanya yang besar kuremas dengan penuh nafsu, putingnya kuhisap, kujilat dan kupilin lembut.

Segala tempat erotis lainnya malah langsung kunikmati seperti dadanya, ketiak, hingga hasilnya saya terduduk mengarah persis di celana pendek ketatnya. Kutarik celana itu dan tenyata ia juga tidak mengaplikasikan Cd. Kelihatan gundukan memek yang di tumbuhi bulu yang cukup lebat telah dibanjiri oleh cairan lendir. Lantas saja saya melakuan oral seks di liang memek ibu temanku. Terciumlah bau khas wanita yang sesungguhnya kurang nikmat, tetapi bau itu yakni bau terindah yang pernah kucium dikarenakan nafsuku telah memuncak.

Lidahku menciumi permukaan memeknya, berdansa-nari di tempat paling sensitifnya, tubuh tante Eni menggeliat hebat seperti kesetrum.
“Telah donk Ed, geli nih…” katanya manja,tetapi tangannya terus menekan kepalaku hingga karam di selangkangannya.
Ketika lidahku berdansa-nari di klitorisnya dengan lembut, tak lama kemudian tubuh tante Eni mengejang dengan hebat diiringi dengan teriakan dan desahan agak keras. Saya tidak mempedulikan teriakan itu, dan terus menjilati memeknya yang memuncratkan air mani kental dikala ia menempuh orgasme tadi. Kujilati seluruh cairan yang keluar, walaupun rasanya sedikit aneh.

Telihat tante Eni amat lemas, ia melepaskan kepalaku dan duduk di tempat duduk makan. Tanpa menunggu lama akupun langsung berdiri dan lepas seluruh pakaianku. Tante Eni tersenyum dikala mengamati batang kontolku yang berdiri tegak dan besar dengan panjang kaprah-kaprah 15 cm dan berdiameter 4 cm. Saat saya mendekat, tante Eni segera mendorongku sampai saya terduduk di tempat duduk makan.
Kukira ia menolak dan akan naik pitam padaku, tetapi pun sebaliknya, ia langsung berlutut mengarah ke batang kontolku. Mulutnya seperti itu dekat ke kontolku tapi ia hanya membisu dan memandanginya saja. Saya yang telah tidak bendung langsung mendukung kepalanya menuju batang kontolku.

Tante Eni segera mengulum kontolku dengan penuh nafsu. Hal itu nampak dari sistem ia mengulum kontolku dengan liar dan ganas. Serta tangannya mengocok pangkal kontolku. Kubelai rambutnya dan kurasakan kenikmatan yang luar awam, tidak terkira dan tak bisa kulukiskan dengan kata-kata. Hingga pada hasilnya saya merasa telah tak bendung lagi, segala air maniku menyemprot di dalam mulut tante Eni.

Langsung ia memutahkannya, ia membersihkan sisa-sisa air maniku yang menetes di batang kontolku dengan lidahnya. Mengamati batang kontolku yang masih tegang, ia langsung naik ke pangkuanku dan menasihati kontolku untuk masuk ke lubang memeknya. Sinting tenggelamlah segala batang kontolku di memeknya. Sedangkan… rasanya sungguh luar awam sekali. Kaprah saya kerap kali jajan, tetapi kuakui lubang memek dari tante Eni ini sungguh luar awam dibanding lainnya.

Dengan motivasi tante Eni menggenjot naik turun kontolku sambil memeluk kepalaku sehingga mulutku berada persis di depan belahan buah dadanya. Hal itu kumanfaatkan untuk merasakan buah dadanya yang amat montok.
Ia-kaprah 10 menit tante Eni menggenjot kontolku dan hasilnya ia meraih puncak ke nikmatan untuk yang kedua kalinya. Sampai mengerang dan mendesah hebat penuh kenikmatan. Hingga-hingga saya diciptakan kewalahan dengan goyangan dan genjotanya yang ganas dan liar itu. Seluruh lama kemudian muncratlah air maniku untuk yang kedua kalinya. air maniku muncrat ke dalam memeknya.

Setelahnya kami malah lalu berkecupan dengan mesra. Kemudian tanpa sepatah kata, ia segera menuju kamar mandi dan membersihkan badannya.Akupun segera sadar, jikalau saya baru saja menyetubuhi ibu dari temanku sendiri. Dengan rasa bersalah akupun langsung beres-beres dan berangkat kuliah. Sinting sesudah kejadian tadi saya menjadi linglung apa yang akan saya lakukan jikalau bersua dengan tante Eni lagi. Akankan bersikap awam atau pun akan menghindar darinya?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *