Pelecehan Seksual Baru:Pelaku Menciprati Spermanya

Pelecehan Seksual Baru: Pelaku Menciprati Spermanya

Pelecehan Seksual Baru:Pelaku Menciprati Spermanya

 

Pelecehan seksual dapat terjadi kapanpun dan di manapun.Baru-baru ini, seorang lelaki melempari sperma ke belasan korbannya di Tasikmalaya,Jawa Barat.Awalnya dia membidik para perempuan secara random di jalanan.Pria ini juga mendekati dan masturbasi di depan mereka.Lantas dia melempar cairan spermanya ke arah korban!Tindakan itu telah dilaksanakan olehnya sampai berkali-kali.Tentunya pelecehan ini memunculkan rasa fobia dan trauma untuk para korban.

Nggak bermukim diam,satu per satu korban juga buka suara.Bahkan terdapat yang mengadukan si pelaku ke pihak kepolisian supaya bisa diproses lebih lanjut.Yuk simak berita lengkapnya.

Seorang lelaki melempar spermanya ke perempuan berinisial LR.Karena marah besar,suami LR memviralkan permasalahan ini di media sosial dan mengunjungi rumah pelaku.

Pada Rabu (13/10) siang,seorang perempuan berinisial LR merasakan pelecehan seksual.Dia sedang menantikan ojek online di Jalan Letjend Mashudi,Tasikmalaya.Tiba-tiba datang seorang lelaki yang naik motor matic berwarna hitam dengan plat nomor Z 5013 LB.Pria ini melontarkan ucapan-ucapan kotor. Dia pun memasukkan tangan ke dalam celananya dan memainkan perangkat kelaminnya sendiri sambil menyaksikan ke arah LR.Lantas dia melempar spermanya ke arah tubuh perempuan itu.Untunglah nggak kena.Namun LR paling kaget dan langsung menelepon suaminya.

Sang suami yang berinisial RF segera menggali tahu identitas pelaku. Kebetulan istrinya sempat memotret wajah lelaki tersebut.RF juga mengunggah potret pelaku dan mengisahkan hal yang dirasakan istrinya melewati Facebook. Unggahan itu langsung viral dan warganet membantunya guna menemukan eksistensi pelaku.Diduga dia ialah warga Kecamatan Cihideung,Tasikmalaya.RF juga datang langsung ke rumahnya.Berdasarkan keterangan dari pengakuan penduduk sekitar,ternyata sang pelaku sering menciptakan masalah sampai-sampai dijauhi semua warga.

Korban pelecehan seksual lainnya ialah wanita berinisial ND.Dalam situasi ramai,sang pelaku menciprati sperma ke arah mukanya.

da Rabu (13/10) siang,seorang perempuan berinisial LR merasakan pelecehan seksual.Dia sedang menantikan ojek online di Jalan Letjend Mashudi, Tasikmalaya.Tiba-tiba datang seorang lelaki yang naik motor matic berwarna hitam dengan plat nomor Z 5013 LB.Pria ini melontarkan ucapan-ucapan kotor. Dia pun memasukkan tangan ke dalam celananya dan memainkan perangkat kelaminnya sendiri sambil menyaksikan ke arah LR.Lantas dia melempar spermanya ke arah tubuh perempuan itu.Untunglah nggak kena.Namun LR paling kaget dan langsung menelepon suaminya.

Sang suami yang berinisial RF segera menggali tahu identitas pelaku. Kebetulan istrinya sempat memotret wajah lelaki tersebut.RF juga mengunggah potret pelaku dan mengisahkan hal yang dirasakan istrinya melewati Facebook. Unggahan itu langsung viral dan warganet membantunya guna menemukan eksistensi pelaku.Diduga dia ialah warga Kecamatan Cihideung,Tasikmalaya.RF juga datang langsung ke rumahnya.Berdasarkan keterangan dari pengakuan penduduk sekitar,ternyata sang pelaku sering menciptakan masalah sampai-sampai dijauhi semua warga.

Korban pelecehan seksual lainnya ialah wanita berinisial ND.Dalam situasi ramai,sang pelaku menciprati sperma ke arah mukanya.

Pelecehan seksual ini sudah memakan korban sampai belasan wanita.Salah satu korban telah mengadukan pelaku pada pihak kepolisian.Kasus pencipratan sperma ini juga ditangani pihak Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota.Berdasarkan keterangan dari Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Dadan Sudiantoro,satu laporan dari korban memang sudah masuk dan ketika ini sedang diselidiki.Para korban ingin pelaku segera tertangkap dan mendapat hukuman yang setimpal.

Ngeri pun ya permasalahan pelemparan sperma ini.Semoga pelaku segera tertangkap dan nggak terdapat yang meniru langkahnya.Kita pun perlu lebih berhati-hati dan waspada ketika berada di jalanan.Mari berdoa supaya nggak terdapat lagi perempuan yang merasakan pelecehan seksual.

Updated: November 19, 2019 — 9:03 am

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *