Sex Dengan Kartawati Dengan Gaya 69

Sex Dengan Kartawati Dengan Gaya 69

Cerita sex –  Ini terjadi sekitar 1/2 tahun lalu,Nama aku Anton (bukan nama sesungguhnya) dan berprofesi di sebuah perusahaan nasional di Jakarta. Aku mengepalai komponen penjualan, dan otomatis aku tak jarang pergi ke luar kota untuk urusan profesi, apalagi jikalau ada peluncuran produk baru. Sekitar satu separo tahun yang lalu, aku ditugaskan ke Manado. Di sana kebetulan perusahaan kami memiliki mess yang umum dipakai oleh tamu-tamu yang datang dari kota lain. Mess-nya sendiri cukup besar, dan di halaman belakang ada kolam renangnya.

Selama di Manado aku diantar oleh Ratna (nama samaran) yang juga mengepalai komponen penjualan di sana. Sebagai ilustrasi, Ratna tingginya sekitar 165 cm, berat sekitar 54-55 kg dan kulitnya putih mulus. Umurnya sekitar 28 tahun, dan berdasarkan aku orangnya sungguh-sungguh menarik (bagus dari segi lahiriah ataupun personality). Sebagian hari di sana, kami pergi mengunjungi sebagian distributor di Manado, dan Ratna juga sempat mengajak aku jalan-jalan seperti ke danau Tondano diantar sebagian rekan kantor lainnya.
Kekerabatan aku dengan Ratna menjadi cukup dekat, sebab kami banyak menghabiskan waktu berdua meskipun beberapa besar merupakan urusan kantor. Ratna sungguh-sungguh bagus pada aku, dan dari tingkah lakunya aku bisa menikmati jikalau Ratna menyukai pada aku. Pertama-tama aku pikir jikalau mungkin itu cuma perasaan aku saja. Meskipun dalam hati aku juga menyukai dengan ia, aku tak berani untuk mengatakan atau memberi pedoman-pedoman terhadap ia. Toh, aku baru sebagian hari ketahui dengan ia dan memang untuk urusan wanita aku tergolong pemalu. Bagaimana jikalau ia terbukti tak ada perasaan apa-apa ke aku? Wah, dapat hancur relasi bagus yang sudah aku bina dengan ia sebagian hari itu.

Di Baca Juga : Cara Bermian Blackjack Terlengkap

Agenslot – Suatu petang sesudah pulang kerja, Ratna seperti umum menemani aku pulang ke mess. Aku menanyakan apakah ia berharap mampir dahulu sebelum pulang. Ratna sependapat dan masuk ke dalam mess bersama aku. Kami ngobrol-ngobrol sejenak, dan aku ajak Ratna ke halaman belakang untuk duduk di bangku panjang dekat kolam renang. Kolam renangnya sungguh-sungguh menarik hati, dan aku tanya Ratna apakah ia berharap mengantar aku berenang. Ia bilang jikalau sesungguhnya ia berharap, namun tak bawa pakaian renang dan pakaian ganti sama sekali. Aku menawarkan untuk menggunakan celana pendek dan t-shirt aku.

“Nanti sekaligus mandi di sini saja sebelum kita pergi makan malam..” kata aku.

Ratna sependapat dan aku ke kamar untuk mengambil t-shirt dan celana pendek untuk dipinjamkan ke Ratna. Aku sendiri juga berganti baju dan mengenakan celana pendek aku yang lain.
Sesudah berganti baju, kami bahkan berenang bersama. Sebab pakaian t-shirt yang aku pinjamkan berwarna putih dan bahannya cukup tipis, buah dada Ratna yang ukurannya di atas rata-rata tercetak cukup terang meskipun ia masih menggunakan bra. Kami berenang sekitar 20 menit, dan sesudah selesai aku pinjamkan Ratna handuk untuk mandi di kamar aku yang kebetulan lebih bersih dari kamar mandi yang ada di ruang depan. Aku sendiri mandi di ruang depan.

Di Baca Juga : Keungulan Bermain Mesin Slot

Demikian selesai mandi, aku ke kamar aku untuk memperhatikan apakah Ratna telah selesai atau belum. Rupanya Ratna masih di kamar mandi, dan sebagian menit kemudian keluar dengan cuma menggunakan handuk yang dililitkan di badannya. Handuk yang aku pinjamkan tak terlalu besar, sehingga cuma sanggup menutupi beberapa buah dada dan sedikit pahanya. Belahan dadanya tampak terang dan mungkin sedikit lebih turun lagi putingnya akan tampak. Dengan rambut yang masih berair, Ratna tampak sungguh-sungguh seksi.

Ratna berdiri di depan pintu kamar mandi dan bilang jikalau ia wajib mengeringkan bra dan CD-nya yang masih berair. Waktu Ratna mengangkat kedua tangannya untuk menyibakkan rambutnya, handuknya terangkat dan alat vitalnya tampak. Aku tak tahu apakah Ratna sadar atau tak jikalau handuknya terlalu pendek dan tak bisa menutupi alat vitalnya. Rambut alat vital Ratna lumayan lebat.

Di Baca Juga : Situs Judi Taruhan Bola Terpecaya

Ratna kemudian duduk di ranjang aku dan menanyakan apakah ia boleh menunggu sejenak di kamar aku hingga baju dalamnya kering. Tentu saja aku memperkenankan, dan sesudah berbincang-bincang sebagian ketika, Ratna menyandarkan badannya ke sandaran ranjang dan menjulurkan kakinya ke depan. Kakinya yang panjang tampak mulus. Memperhatikan itu segala, alat vital aku mulai menegang.
Aku tanya ia, “Sambil nunggu celana kau kering, berharap saya pijitin nggak..?”
“Berharap dong, asal nikmat yah pijitannya..”
Aku meminta ia membalikkan badannya, dan aku mulai memijati kakinya. Sebagian ketika kemudian aku mulai memberanikan diri untuk naik dan memijat pahanya. Ratna sungguh-sungguh merasakan pijatan aku dan sepertinya ia juga telah mulai terstimulasi. Hal ini ternyata dengan dibukanya kedua kakinya, sehingga alat vitalnya tampak dari belakang, meskipun tubuhnya masih dibalut handuk.

Aku bahkan mulai memijat pahanya komponen dalam, dan terus naik hingga ke selangkangannya. Ratna membisu saja, dan aku memberanikan untuk mengelus alat vitalnya dari belakang. Juga tak ada respons kecuali desah napas Ratna pedoman bahwa ia telah terstimulasi dan merasakan apa yang aku lakukan.
“Ratna, buka yah handuknya biar lebih gampang..” kata aku.
Tanpa dipinta lagi, Ratna membalikkan badannya dan melepaskan handuknya, sehingga tubuhnya kini telanjang bulat di depan aku. Buah dada Ratna terbukti lumayan besar dan sungguh-sungguh menawan. Ukurannya mungkin 36C dan putingnya berwarna kemerahan.

“Ton, buka dong celana pendek kau..!” pintanya.
Aku berdiri dan melepaskan celana yang aku kenakan. Kelamin aku telah sungguh-sungguh menegang dan aku bahkan naik ke ranjang dan tiduran di sebelah Ratna.
“Kau membisu saja di ranjang, biar saya yang buat kau bahagia..,” katanya.

Aku bahkan tidur tengadah, dan Ratna naik ke badan aku dan mulai menciumi aku dengan penuh nafsu.
Sebagian menit kemudian kecupannya dilepaskan, dan ia mulai menjilati badan aku dari leher, dada dan turun ke selangkangan aku. Ratna belum menjilati alat vital aku dan cuma menjilati selangkangan dan paha aku sebelah dalam. Aku sungguh-sungguh terstimulasi dan minta Ratna untuk memasukkan alat vital aku ke dalam mulutnya. Ratna mulai menjilati alat vital aku, dan sesaat kemudian memasukkan alat vital aku ke dalam mulutnya. Rupanya Ratna telah sungguh-sungguh spesialis. Pasti ia telah tak jarang mengerjakannya dengan bekas pacarnya, pikir aku. Memang sebelum itu Ratna pernah berpacaran dengan sebagian pria. Aku sendiri ketika itu masih perjaka. Aku memang juga pernah berpacaran waktu kuliah, melainkan pacaran kami cuma sebatas heavy petting saja, dan kami belum pernah benar-benar melaksanakan relasi seks.

Aku meminta Ratna untuk membikin posisi 69, sehingga selangkangannya kini persis di depan hadapan wajah aku. Sambil Ratna terus mengulum dan menjilati alat vital aku, aku sendiri juga mulai menjilati alat vitalnya. Rupanya alat vitalnya beraroma harum sebab ia baru saja selesai mandi. Rambut alat vitalnya juga lebat, sehingga aku perlu menyibakkannya lebih-lebih dulu sebelum bisa menjilati klitorisnya. Kami saling melaksanakan oral seks selama sebagian menit, dan sesudah itu aku meminta Ratna untuk tiduran. Ia merebahkan badannya di ranjang, dan aku mulai menjilati buah dada dan putingnya.
Ratna telah sungguh-sungguh terstimulasi, “Hmm.. hmm.. terus Ton.. terus..!”

Aku terus menjilati tubuhnya hingga ke alat vitalnya. Rambut alat vitalnya aku sibakkan dan aku jilati bibir alat vital dan klitorisnya. Cairan alat vitalnya terasa di lidah aku. Tubuh Ratna menggelinjang hebat dan bokongnya diangkat seolah-olah berharap aku menjilatinya lebih dalam lagi. Tangannya menekan kepala aku hingga hampir segala wajah aku terbenam di alat vitalnya. Aku kian gigih memainkan ujung lidah aku yang menyapu alat vital Ratna, dan kadang-kadang aku gigit pelan klitorisnya
.
Ratna benar-benar merasakan apa yang aku lakukan, dan kian membuka pahanya lebar-lebar. Ia terus menekan kepala aku dan menaik-turunkan pinggulnya.
“Ah.. ah.. ah.. I’m coming, I’m coming..!” teriaknya.

Aku terus menjilati klitorisnya dengan lebih kencang, dan sesaat kemudian ia berteriak, “Ahh.. Ahh.. Ahh..” pedoman jikalau ia telah orgasme.

Genitalianya telah sungguh-sungguh berair oleh cairan alat vitalnya.
Ratna melenguh sejenak dan berkata, “Ton, masukin dong, aku berharap nih..!”
Aku bilang jikalau aku belum pernah melaksanakan ini, dan takut jikalau ia hamil.
“Jangan takut, aku baru saja selesai mens kok, jadi pasti nggak bakalan hamil..”
“Kau di atas yah..!” kata aku.
“Ya udah, tiduran sana..!”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *